Pages

Thursday, 13 June 2024

Elektroforesis

PCR product yang sudah siap digunakan ke tahapan selanjutnya akan dilakukan elektroforesis. Singkatnya, Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan yang memanfaatkan perbedaan tingkat pergerakan molekul dalam medan listrik. Dalam proses ini, molekul yang memiliki muatan akan bergerak ke arah elektroda yang memiliki muatan yang sesuai dengan muatan molekul, sehingga memungkinkan pemisahan berdasarkan perbedaan muatan dan ukuran molekul.

Dalam elektroforesis dibutuhkan yang namanya gel agarosa yang berfungsi sebagai wadah tempat sampel ditempatkan. Gel ini dibuat menggunakan bubuk agarosa yang dicampur dengan SB buffer yang sudah diukur takarannya menggunakan timbangan digital lalu dipanaskan dengan microwave hingga tercampur merata dan dituangkan ke cetakan khusus. Setelah gel mengering, gel dimasukkan ke tangki elektroforesis yang berisi SB buffer.

Proses elektroforesis juga memerlukan beberapa reagen agar dapat berjalan dengan baik yaitu loading dye, biotium, dan ladder. Loading dye berfungsi sebagai pemberat agar sampel dan reagen lainnya tidak menguap atau melayang di SB buffer. Biotium memiliki fluoresence yang digunakan untuk memberi warna pada sampel ketika nanti dilihat menggunakan sinar UV. Dan ladder memiliki fungsi sebagai marker atau penanda agar kita mengetahui berapa base pair (bp) pada sampel. Reagen-reagen tersebut dan sampel yang digunakan biasanya dicampur di parafilm yang steril.

Sampel yang sudah berada di wadah gel akan dirunning di dalam tangki yang memiliki kutub negatif dan mengalir ke kutub positif menggunakan tegangan listrik dan dilakukan selama waktu yang telah ditentukan.

Hasil elektroforesis akan dilihat menggunakan UV dengan memindahkan gel yang sudah dirunning ke dalam blue light untuk dianalisis. Sampel yang terdapat DNA (positif) akan terlihat seperti pita.

No comments:

Post a Comment